Pendidikan

Melalui sistem pendidikan yang membebaskan mahasiswa, Unika Soegijapranata siap mencetak sumber daya manusia yang berkualitas

Universitas bukanlah menara gading ilmu yang tercerabut dari masyarakat. Sebagai institusi pendidikan tinggi, perguruan tinggi berperan penting dalam pembentukan masyarakat dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) suatu negara.

Tidak jarang berdirinya sebuah universitas diawali dengan sebuah lembaga yang menjaga denyut nadi masyarakat

dan bangsanya. Begitu juga Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata yang menyandang nama salah satu pahlawan nasional, Albertus Soegijapranata.

Sejak didirikan, Unika Soegijapranata telah aktif terlibat dalam kehidupan sosial. Hal ini dibuktikan dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di lingkungan perguruan tinggi.

Soegijapranata Unika menawarkan kepada seluruh civitas akademika, baik dosen maupun mahasiswa, keleluasaan akademik untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Unika Soegijapranata Benny Danang Setianto

mengatakan, mahasiswa Unika dibekali soft skill dari awal perkuliahan hingga akhir.

Materi soft skill yang ditawarkan antara lain pelatihan kepemimpinan dari tingkat SD, partisipasi dalam penelitian dosen, partisipasi dalam kegiatan amal untuk memperkuat empati, serta persiapan wawancara dan pembuatan portofolio diri. Semua kegiatan tersebut telah didokumentasikan secara digital sehingga materi dapat diakses secara online.

“Kami ingin lulusan Soegijapranata Unika menunjukkan portofolio terbaik saat terjun ke dunia bisnis dan industri. Salah satunya dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital agar lulusan kita bisa diverifikasi keasliannya,” kata Benny dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Rabu (5/5/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi, dan wawasan di email Anda.
email pendaftaran

Ilustrasi mahasiswa Unika Soegijapranata. DERMAGA. Soegijapranata Unika Ilustrasi oleh Soegijapranata

Mahasiswa Unika.

Untuk menjaga kesinambungan teori dan praktik ilmiah, lanjut Benny, proses belajar mengajar di Unika Soegijapranata tidak hanya mengundang pakar ke dalam kelas. Selain itu, mahasiswa diajak untuk mengenal dunia kerja melalui program tamu, pendampingan dan magang di berbagai perusahaan dan asosiasi profesi.

Spesialis yang bekerja dalam mengajar tidak hanya memberikan pengetahuan praktis di dunia kerja, tetapi juga mendukung siswa melalui jaringan mereka.

“Ini membantu siswa mengatasi tantangan di tempat kerja,” kata Benny.

Ditambahkannya, jaringan tersebut juga mendorong mahasiswa untuk selalu menghubungkan setiap aktivitas mahasiswa di kampus dengan dunia bisnis. Jejaring ini tidak hanya memberikan dukungan materi berupa sponsorship, tetapi juga dalam pengelolaan kegiatan tersebut.

Untuk memperkuat jiwa wirausaha, Unika Soegijapranata menawarkan fasilitas Center for Student Entrepreneurs (CSE). Melalui fasilitas tersebut, mahasiswa dapat melakukan praktik kewirausahaan dengan didampingi oleh dosen dan pembimbing kewirausahaan.

“Kami juga memiliki program Unika Knowledge Enterprise (UKE). Program ini dirancang untuk menghubungkan pengetahuan dan keterampilan fakultas dan fakultas dengan bisnis dan industri, ”kata Benny.

Program UKE memungkinkan siswa untuk menerima berbagai kursus pelatihan yang penting untuk pengembangan profesional mereka. Pelatihan tersebut meliputi pelatihan bahasa Inggris, manajemen dan pengembangan pribadi serta penggunaan laboratorium yang bekerjasama dengan para profesional dari dunia usaha.

Menurut Benny, kerja sama yang terjalin antara Soegijapranata Unika dengan pelaku industri dapat membawa manfaat bagi kedua belah pihak. Terutama bagi mahasiswa yang ingin berkarir di dunia profesional.

Selain itu, Unika Soegijapranata mendorong mahasiswanya untuk mendekati dunia internasional, baik yang secara finansial didukung sepenuhnya oleh pihak ketiga atau sebagian menjadi tanggung jawab mahasiswa.

Ilustrasi oleh mahasiswa DOK Universitas Soegijapranata. Soegijapranata Unika Ilustrasi mahasiswa Soegijapranata Unika.

Hal ini diwujudkan melalui kerjasama antara Soegijapranata Unika, universitas lain di luar negeri dan berbagai pihak lainnya.

“Mahasiswa dan dosen dapat mengikuti program pertukaran mahasiswa, double degree dan pelaksanaan KKN di negara lain,” kata Benny.

Soegijapranata Unika juga melakukan digitalisasi sistem pendidikan. Hal ini memungkinkan orang tua untuk memantau penyelesaian kartu kurikulum, pelajaran virtual, kehadiran, penerbitan kartu pembelajaran, dan evaluasi aktivitas siswa.

“Semua kegiatan civitas akademika

LIHAT JUGA :

https://indi4.id/
https://connectindonesia.id/
https://nahdlatululama.id/
https://www.bankjabarbanten.co.id/
https://ipc-hm2020.id/
https://sinergimahadataui.id/