Mengapa kita sering mengantuk saat kita berpuasa?

Setiap tahun di bulan Ramadhan, umat Islam yang sehat diminta untuk berpuasa. Perubahan pola makan dan aktivitas selama bulan Ramadhan dapat memengaruhi jam biologis dan metabolisme kita. Akibatnya, Anda bisa sering mengantuk saat puasa.

Mengapa kita sering mengantuk saat kita berpuasa?

Mengatasi kantuk saat puasa

Mengantuk saat puasa disebabkan oleh perubahan ritme sirkadian, yang merupakan jam biologis tubuh. Ritme sirkadian itu sendiri adalah program kerja dari berbagai sistem dan organ tubuh manusia. Misalnya, organ tubuh mana yang harus bekerja keras saat ini dan yang harus beristirahat dalam periode waktu tertentu.

Ritme sirkadian yang mengatur siklus tidur-bangun pada manusia adalah siklus kehidupan sehari-hari yang paling dapat diamati. Ritme ini diatur oleh saraf hipotalamus yang terletak di otak manusia. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa tubuh membutuhkan tidur untuk tetap sehat dan mempertahankan fungsi fisik dan sosial, sehingga pola tidur dikaitkan dengan bagaimana seseorang melakukan siang hari.

Ramadhan mengharuskan umat Islam untuk berpuasa di siang hari. Ini bisa berdampak pada perubahan pola tidur. Kegiatan seperti makan, minum, interaksi sosial dan olahraga sering ditunda hingga malam hari, sehingga mengurangi jam tidur dan kualitas tidur di bulan Ramadhan. Perubahan ini, meskipun tidak serius, dapat menyebabkan seseorang mengantuk atau tidak berkonsentrasi pada siang hari.
Mengapa ritme sirkadian tubuh berubah saat puasa?

saran untuk menjaga pola tidur selama puasa

Perubahan pola makan dari tiga kali pertama sehari menjadi dua kali sehari pada malam hari, disertai dengan peningkatan aktivitas malam hari, dapat mengubah metabolisme seseorang, seperti suhu tubuh dan ritme tidur. Ramadhan, yang bertepatan dengan musim panas di negara dekat kutub, dapat menyebabkan peningkatan waktu puasa dibandingkan dengan musim kemarau atau musim dingin, sehingga perubahan pola hidup yang terjadi bisa dirasakan paling.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat menyebabkan perubahan ritme sirkadian. Selama puasa, suhu tubuh dan pelepasan hormon kortisol pada siang hari menurun dan pelepasan hormon melatonin juga menurun selama puasa. Perlu diingat, melatonin adalah hormon utama yang mengatur siklus tidur-bangun dengan mengubah suhu internal tubuh, sementara kortisol yang disebut “hormon stres” membantu kita tetap terjaga di siang hari.
Pada pukul 2:04 sudah saatnya menjadi rentan terhadap rasa kantuk saat puasa

efek dari kurang tidur

Selama Ramadhan, umat Islam sering menunda tidur mereka sehingga mereka memiliki lebih banyak waktu untuk makan, minum, mengobrol, dan melakukan kegiatan lain di malam hari. Selain itu, di bulan puasa ada juga layanan tarawih yang dapat menambah suspensi tidur bagi sebagian orang. Kebiasaan makan dan kudapan di malam hari selama puasa, serta aktivitas fisik atau olahraga, dapat meningkatkan suhu internal tubuh yang menyebabkan gangguan tidur di malam hari.

Hal-hal yang disebutkan di atas akhirnya mengarah pada perubahan pola tidur di bulan Ramadhan. Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata ada penundaan satu jam tidur di bulan puasa dan bahwa jam tidur berkurang 30-60 menit, yang akhirnya menyebabkan kantuk pada orang yang berpuasa di siang hari.

Ujian menggunakan tes latensi tidur berganda (MSLT) berbasis EEG menunjukkan bahwa kantuk sangat dirasakan mulai pukul 2:00 hingga 16:00 pada orang yang berpuasa. Ini menyebabkan peningkatan tiga kali lipat dalam frekuensi tidur siang di bulan Ramadhan, meskipun kondisi ini biasanya kembali normal dalam 15 hari setelah puasa. Tidak adanya asupan kafein dan nikotin di siang hari juga dapat meningkatkan rasa kantuk pada beberapa orang.
Bagaimana cara mengatasi kantuk saat puasa?

Tidur nyenyak saat Anda berpuasa

Berpuasa seharusnya tidak menjadi alasan bagi kita untuk mengurangi kinerja sekolah atau bekerja selama bulan Ramadhan. Kita harus membuat tantangan untuk lebih meningkatkan kinerja kita. Saran berikut dapat dibuat untuk tetap segar di siang hari selama puasa.

Lakukan program tidur malam yang teratur dan cobalah menjalaninya selama bulan Ramadhan. Kurang tidur dapat menyebabkan tubuh memiliki “hutang tidur” untuk bisa tidur di siang hari.
Cobalah terpapar sinar matahari di siang hari untuk memperkuat ritme sirkadian tubuh.
Hindari cahaya dari layar gadget atau dari televisi sebelum tidur di malam hari.
Jaga pola makan, karena diet seimbang dapat membuat Anda tidur nyenyak. Beberapa orang tidak bisa tidur dengan perut kosong,

Baca juga :