Kebiasaan buruk saat puasa menjadi penyebab tulang keropos

Puasa memiliki berbagai manfaat kesehatan. Namun ada banyak hal yang dilakukan saat puasa tanpa disadari dapat mengganggu kesehatan, termasuk kesehatan tulang. Kebiasaan buruk berikut saat puasa bahkan bisa menyebabkan keropos tulang. Apa kebiasaan yang menyebabkan keropos tulang saat puasa?

Kebiasaan buruk saat puasa menjadi penyebab tulang keropos

1. Makan sembarangan

menjaga kesehatan tulang Selama puasa, tidak hanya mengutamakan nafsu makan dan “perut”. Kebanyakan orang yang berpuasa cenderung makan sembarangan, sembarangan, dan tidak teratur.

Ini membuat banyak orang kurang gizi karena mereka tidak memperhatikan kandungan gizi dari menu makanan. Bukan tidak mungkin kebiasaan ini membuat tulang rapuh dan keropos.

Makan terlalu banyak makanan tinggi natrium seperti keripik (serutan), makanan olahan seperti sosis dan kroket, misalnya, dapat menyebabkan tubuh kehilangan sejumlah besar kalsium yang dapat melemahkan tulang. Selanjutnya, minum soda dengan kembang kol pada saat berbuka juga dapat memiliki efek negatif pada tulang karena mengandung asam fosfat yang dapat merusak tulang. Karena itu, hilangkan minuman ringan dari menu istirahat.

Untuk alasan ini, agar tulang Anda tetap sehat dan kuat, ada baiknya mengisi makanan sehari-hari Anda dengan mengonsumsi berbagai makanan dan minuman sehat. Selain baik untuk kesehatan, makanan kaya nutrisi juga bisa menyehatkan tulang.

Sayuran dan buah-buahan hijau mengandung berbagai vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh untuk berfungsi dengan baik. Makanan dan minuman yang kaya vitamin D termasuk salmon, mackerel, tuna, jus jeruk, susu yang diperkaya dan gandum. Makanan dan minuman ini juga bisa menjadi alternatif untuk sahur dan buka di bulan puasa.

Asupan kalsium dan vitamin D, baik dari makanan maupun dari suplemen, sangat berguna untuk kesehatan tulang. Dosis vitamin D yang disarankan berdasarkan tingkat kecukupan gizi dari Kementerian Kesehatan adalah 15 mikrogram atau 600 IU per hari untuk anak-anak dan orang dewasa, baik wanita maupun pria.

Sementara lansia perlu memenuhi kebutuhan vitamin D harian 800 IU. Sementara itu, kebutuhan kalsium harian anak-anak, dewasa dan orang tua adalah sekitar 1.000 mg sehari.
2. Kurang gerak

emboli paru

Tulang harus digerakkan agar tetap sehat. Ini karena ketika otot menariknya untuk bergerak, tulang dirangsang untuk tetap kuat dan elastis. Karena itu, kurang gerak merupakan salah satu penyebab tulang keropos. Nah, puasa sering dijadikan alasan untuk mengurangi aktivitas sehari-hari yang membuat seseorang kurang mobile.

Tidur terlalu lama, misalnya, adalah salah satu kegiatan yang dilakukan sangat sering. Meskipun kebiasaan ini jika dilakukan selama sebulan penuh atau lebih bisa meningkatkan risiko mengalami keropos tulang.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidur terlalu lama dapat menghadirkan sejumlah risiko kesehatan seperti obesitas dan sakit punggung yang meningkatkan risiko kerusakan dan keropos tulang.

Selain itu, duduk terlalu lama juga dapat meningkatkan risiko kerusakan tulang. Jangan puasa tempat duduk sepanjang hari menonton TV atau bermain game.

Cobalah untuk bangun dan berjalan-jalan setiap 20 menit jika Anda diminta duduk lama. Juga, cobalah untuk mengisi puasa dengan tetap aktif dalam kegiatan, tidak tidur sepanjang hari.
3. Kegiatan luar yang malas

kebiasaan sebelum tidur

Saat berpuasa, banyak orang malas melakukan aktivitas di luar rumah, termasuk keluar rumah. Entah karena panas atau karena hanya malas tanpa alasan khusus.

Padahal, membiarkan tubuh terpapar sinar matahari dapat merangsang produksi vitamin D secara alami. Sinar matahari mengandung sinar UVB yang dapat membentuk sejumlah besar vitamin D3.

Ketika tubuh terpapar sinar matahari, radiasi UVB menembus melalui kulit dan merangsang pembentukan vitamin D3 untuk disalurkan ke bagian tubuh lain dan menghasilkan vitamin D yang dibutuhkan tubuh.

Tenang, Anda tidak perlu banyak mengeringkan tubuh Anda di bawah sinar matahari. Lakukan saja aktivitas di bawah sinar matahari di pagi hari antara pukul 10:00 dan 14:00, selama 10-15 menit tanpa menggunakan tabir surya, untuk menghasilkan vitamin D.

Baca Juga:

Sistem Pengendalian Debu Asap dan Gas Hasil Produksi

Xiaomi Redmi Note 7 – Harga dan Spesifikasi Terlengkap